RINDU BAU BADAN

Foto : penulis
Kata angin semilir di suatu siang
Bercerita tentang pengapnya ibu kota
Di sela-sela awan putih
Berhembus sepui hawa tak mampu
Menembus panas tak kunjung menjadi sejuk

Telanjangi saja tanpa busana
Sebab pengap kini lagi menerpa
Menindih kulit terekresi basah
Dalam baju tersimpan garam pun bau keringat

Bercak putih di ujung kerah
Mengingatkan saat kita masih bersama kemarin
Kita habiskan siang di suatu bukit
Bukit indah jua bukit hatimu

Bercorak khas hasil ekskresi
Gumpalan putih di kerah baju hitam
Saat kau rebah di pangkuan kasih
Kau berucap aku rindu bau badan ini
Akan selalu ku ingat bau badanmu
Meski ribuan waktu nanti yang akan memisahkan kita

Terbuai lamunan saat angin menghembuskan pengap
Senja tiba menyapa
Membawaku pada kenangan masa lalu saat bersamamu
Namun tidak untuk sekarang
Semua hilang dalam kekejaman waktu dan ego kita

Malam menghampiri
Menghapus senja yang baru saja ku nikmati
Pekat megah siap menciutkan nyali
Sebab tanpamu adalah ketakutan dalam hidup
Dan juga untuk menjalani hidupku

INDONESIA DI BAHU KIRI JALAN

Foto :ilustrasi puisi, koin bergambar dan bertulis nama pahlawan di pinggir jalan

Indonesia di bahu kiri jalan
Terkantuk-kantuk di pinggir trotoar
Tertuju mata pada si bapak tua
Yang terukir di atas koin lapuk

Dosa apa gerangan dirimu kawan
Apakah kau bukan pahlawan?
Kenapa engkau tertidur sendirian di bahu kiri jalan
Apa yang hendak kau pikirkan?

Hewan melata melingkari koin
Terselip doa dari juluran lidah
Pangkulah aku kata yang ku baca dari impinya
Doa terucap untuk sebuah koin dengan nama dan ukiran wajah pahlawan

Nama jalan jua pun nama koin yang di buang di pinggir jalanan
Semua adalah harga sejarah bukan?
Dimana harganya?
Jalananku adalah jalanmmu tuan
Bersabarlah
Perjuangan mu tak akan berakhir
Meski kau di marginalkan di pinggir jalanannya para pahlawan

Kau telah hilang jendral
Kau di buang di bahu kiri jalan dekat trotoar
Hargamu tak lagi di gunakan
Namamu hanya pelengkap nilai seratus rupiah

Maaf kan aku pahlawanku
Pahlawan negeriku
Jasamu hanya menjadi potret di sebuah koin kusut yang kini tak lagi punya nilai
Kau di buang, tanpa ada mata yang punya rasa takut kau kehilangan.

#NB
Puisi : jujur, jiwa saya menangis melihat sebuah koin yang tengah terlantar di pinggir trotoar, aku menangis tanpa air mata, terlintas dalam benak saya, nilai perjuangan para pahlawan yang pernah saya baca di beberapa buku, tapi kini hanya menjadi pelengkap koin 100 rupiah yang tak punya nilai, dan di buang begitu saja di pinggir trotoar..

Himbauan : bagi siapapun yang punya uang koin dan merasa tak di butuhkan lagi, tolong simpan dengan baik dan jangan di buang, sebab di sana tertulis dan terpatri wajah pahlawan kita, tolong hargai perjuangan mereka dengan tidak membuangnya.

AKULAH SI MISKIN YANG BUTA

Foto penulis
Akulah si miskin yang buta
Buta huruf
Buta mata
Buta hati
Buta segala

Akulah si miskin yang bodoh
Bodohi orang
Bodohi diri sendiri
Di bodohi orang

Akulah si miskin yang malas
Malas-malas
Malas melas
Malas mulas
Malas moles

Aku si miskin yang tak ada harga
Harga diri
Harga hidup
Harga malu
Harga pinta
Harga ingin
Harga mau
Harga mati
Harga marga

PUISI UNTUK DJ

Foto : masalah hingga lahinya puisi


Kagoko
Kagoko
Kagoko
Kagoko
Kagoko
Kagoko

Ribuan makna telah ku cerna
Ribuan kata telah ku andai
Namun di balik itu hanya kata sampah yang ku lihat
Yang terangkai di situs para atheis

Ingin sekali ku layatkan sebuah surat cinta
Namun kasihku kini buram
Menjelma sukma angkara murka
Hingga legamkan semua kebenaran dalam nurani

Rumah Tuhan?
Orang Tua?
Peduli apa?
Yang penting aku di puji dengan kata bahwa aku berani berstetment di antara ribuan hantu

Aku lebih dulu katamu
Aku tua tanpa umur katamu
Aku terlahir sebelum ibumu di lahirkan katamu
Aku si kagoko katamu menurutku

Kagoko
Kagoko
Kagoko
Kagoko

Sudahlah empat baris saja
Sudah capek aku menulisnya
Kalimat tanpa isi
Isi kepala apalagi
Hanya isi dompet yang masih tersisa

Sudahlah
Ku akhiri saja puisi ini
Puisi kagoko untuk dj
Yang memainkan musik opini tanpa adab dan etika.


Puisi : untuk seorang anggota wakil rakyat yang menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Bima

IDEALIS ITU KATA SAMPAH

Foto : penulis

Rasanya hidup ini tak ada lagi yang namanya idealis
Bajingan adalah kata sampah yang menjadi teman setia
Tiap setiap persoalan selalu berakhir dengan kata kepentingan.
Lalu apa maknanya kita gaungakan semua bisa berekspresi
Jika hanya segelitir orang saja yang di utamakan?

Idealis?
Itu kata yang sudah menjadi sampah
Karena semua berkoar tentang idealisme
Namun di balik mimbar semua adalah anjing yang kelaparan

Hahaha
Rasanya ingin ku telanjangi semua kain pembungkus molek itu
Agar dunia tau bahwa di dalamnya ada bangkai yang kehausan untuk di setubuhi