IRONI JAMAN NOW

Foto : ilustrasi puisi
Ku bisikkan dalam telinga mu tentang surga
Yang tak pernah tergapai jika kau tetap dalam kesendirian hidupmu
Bisikan ruh dalam nafsuku pun bergumam
Selaksa iblis dalam surga
Ku lucuti dirimu dengan bualan kholbu
Memberimu keindahan dan dosa saat ku pegang erat jemarimu di tengah bising dan sepinya kamar kontrak mu

Senyummu dengan bola mata tertutup rapat
Ku cumbui indahmu
Ku lumati seluruh bingkai keindahan tubuhmu dengan nafsu setanku.

Ahhhhhhh.......
Selesai sudah
Ku percikan air keindahan dalam rongga keabadian sucimu
Hingga kau menjerit meronta, menangis meratap

Lalu kubisikan lagi kata-kata terakhir ku
Aku akan menikahimu.

Kupun tersenyum dan memeluk erat tubuhku
Akupun berlalu
Akulah pecundang haha

SEUNTAI KATA UNTUK SENIOR KSR-PMI

Foto : Bendera KSR-PMI
Seuntai kata untuk para senior-seniorku

Senior..
Kami saling mengenal karna engkau ada dalam tubuh ini. Tubuh KSR-PMI Unit STISIP Mbojo-Bima

Senior..
Kalian yang mengajarkan kami tentang bagaimana itu kehidupan, bagaimana itu rasa kasih dan sayang, bagaimana itu rangkulan dan bagaimana itu kebersamaan.

Senior..
Engkau yang mengajarkan kami bagaimana kaki ini melangkah lebih jauh dari sebelumnya
Tangan berbuat lebih banyak dari sebelumnya
Mata yang memandang lebih jauh dari sebelumnya
Dan hati yang selalu berniat serta ikhtiar selalu untuk mencapai suatu tujuan

Senior..
Tak terasa KSR-PMI Unit STISIP Mbojo Kita sudah 11 (sebelas) tahun.
Tidakkah kau mengingat perjuanganmu 10 tahun ke belakang?
Tidakkah kau mengenang tentang kebersamaanmu selama 10 tahun ke belakang?
Semua dilewati dengan cucuran keringat dan air mata

Kami selalu mengingatnya senior..
Kami selalu mengenangnya, lewat sejarah yang kami terima..

Senior..
Kami Rindu..
Rindu akan rangkulan..
Rindu akan keramaian..
Rindu belaian kata yang tajam..
Pun rindu akan kebersamaan.


Senior..
Tahukah kau??
Tanpa kau kami bagaikan kertas yang tak mampu digoreskan oleh pena.
Tanpa kau kami merasa hampa.

Senior..
Kami berjuang demi semuanya
Kami bertarung melawan ego demi semuanya
Demi menampilkan yang terbaik untuk semuanya..
Untuk semua yang telah merintis KSR-PMI Unit STISIP Mbojo-Bima dari awal sampai sekarang.

Senior..
Bukan hanya kami saja yang merindu
Namun rumah ke dua mu pun rindu akan kehadiranmu, yaitu sekretariat KSR-PMI Unit STISIP Mbojo-Bima
Rindu akan gejolak-gejolak yang tertuah
Pun rindu akan bisingan yang sengaja dituah

Senior..
Tiada kata lain selain kata Terimakasih
Terimakasih untuk segala perjuanganmu yang tertuai selama ini.

Kami sayang senior
Kami cinta senior
Kami rindu senior

Dan Kami adalah KITA KSR-PMI Unit STISIP Mbojob-Bima.

Selamat ulang tahun UKM KSR-PMI ku..
Jaya Selalu KSR-PMI ku.. tetap berkarya.. dan eksis selalu..

"Salam Santun Dari Kami, Pengurus dan Anggota Baru KSR-PMI Unit STISIP Mbojo Bima"

Penulis : Ningsih Ulwansyah

SEPERCIK SURAT UNTUK SENIOR HMI

Foto : penulis

Mencintai itu jangan setengah-setengah. Karena hasilnya juga akan setengah. Mencintai harus utuh
dan harus hati yang tulus ikhlas.💚

Ada sepercik surat singkat.

Yunda dan Kanda

Tuntunlah dinda agar tetap selalu tetap belajar mencintai dalam setiap genggaman nafas perjuangan ini.

Yunda dan Kanda

Tuntunlah dinda agar bisa menjadi perempuan yang sesungguhnya. Perempuan yang kelak bisa menghasilkan generasi umat dan bangsa. Pun yang menjadi cantik dengan kejujuran lewat perkataan.. 💚

Yunda dan Kanda

Ada kenikmatan didalam mencintainya
Ada hasrat yang selalu ingin disampaikan padanya. Bahwa dinda ingin terus menikmati.

Menikmati hasil melalui proses yang dibekali oleh Keyakinan lewat Iman, diUsahakan lewat Ilmu dan diSampaikan dengan Amal. Hingga akan tertuai layaknya menikmati kenikmatan yang ada pada puncak tertinggi.

Karena dengannya aku berada dalam kasih dan sayang. Dengannya aku berada dalam lingkup saudara rasa sekandung. Yang ku cinta adalah Himpunanku,  "Himpunan Mahasiswa Islam"

Salam santun dari dinda 💚

Penulis : Ningsih Ulwansyah

BUNGA DARI KSR-PMI STISIP MB

Foto : bunga dari KSR-PMI STISIP MB
Aliran darah menjalar di setip selang
Menghimpit adrenalin tiap setiap pendonasi
Sebab jarum adalah kata kecil bagi benda tajam
Penghapus kata berani bagi segelintir jiwa
Yang berjiwa sosial
Yang mempunyai nurani solidaritas tinggi
Jiwanya akan melawan ketakutan pada benda tajam kecil yang di takuti oleh preman sekalipun

Berbagi kasih dengan setetes darah
Tertumpah ruah para pendonor
Sang suster siap dengan segenap kampuan
Menggosok kulit dengan perban alkohol
Menusuk perlahan lengan si ikhlas darah

Tersunggik senyum diwajah panitia
Menyambut peserta dengan senyum sumringah
Hati bergetar di antara kesadaran
Sebab tafsir diri ialah senyuman istimewa yang memberi harapan
Bunga indah pun terselip dalam kado
Membawa naluri kecakrawala
Atas mimpi tentang sunggik senyum sang suster yang manis

Ah.... Sudahlah
Itu hanya mimpi
Sebab pelayanan adalah utama
Keselamatan adalah yang pertama
Kata seorang wanita si sudut gedung

Ya ya ya
Bunga dari KSR-PMI
Indah dalam naungan senyuman bibir si suster
Yang memberi dengan seutas senyuman manis
Hingga jiwa bermimpi
Aku ingin menjadi bagian dari KSR
Pun juga bagian dari dirinya
Suster cantik

REVOLUSI WANITA AKSIONER

Foto : wanita penginspirasi puisi

Wanita perjuangan?
Ah tidak
Aku hanyalah pemberontak tanpa taring
Berteriak lantang di jalanan
Menyambuk aspal
Hingga asap mengepul menghiasi jalanan

Ban bekas adalah meriamku
Megafon adalah senjataku
Menusuk telinga para pembual busuk
Yang tengah asyik duduk di kursi panas

Akulah wanita tanpa taring
Berdiri di tengah kerumunan
Menjadi saksi para bedebah menyiksa sahabat seperjuangan
Yang tengah asyik bercumbu dengan jalanan

Aku di tengah jalan berteriak
Membongkar kedok penghuni istansi
Namun wajah geram petugas yang katanya penegak hukum
Datang menyibak baju dan benderaku
Lalu tak terelai semuanya
Hancur...........
Batu bata
Batu kapur
Kayu lapuk
Terbang melawan peluru karet dan gas air mata

Akulah wanita tanpa taring yang tak pernah takut akan wajah buas petugas
Berusaha mengingat semua luka kawan-kawanku
Luka hati perjuangan
Luka-luka yang masih membekas di wajah, di kepala dan di punggung kawan-kawanku

Hari itu 28 oktober 2017
Ingatanku masih murni
Mengingat semua rentetan peristiwa
Darah mereka yang berceceran di tanah
Terpentul tongkat buas sang polisi
Polisi buas tanpa busana kewibawaan
Menindas layak preman jalanan
Memukul
Menginjak
Harga diri bagai harga sampah

Atas nama perjuangan dan revolusi
Aku bersumpah atas nama emansipasi
Aku adalah wanita perjuangan tanpa taring
Namun jangan kau coba menyolekku
Niscaya cakarku akan mengaum bagai raja hutan
Aku sudah tak punya urat ketakutan
Akulah wanita revolusi


#NB
Puisi ini saya tulis untuk seorang wanita yang berjiwa aksioner. Saya rasa dia adalah reinkarnasi dari jiwanya kartini.
Mungkin dia adalah RA. Kartini tapi dalam rupa yang berbeda