WERA YANG HILANG (Mitos desa hunian wera so bombu yang hilang)

Foto : Ilustrasi tulisan
Indonesia merupakan negara yang menyimpan sejarah melegenda namun pembuktiannya atau bukti sejarahnya banyak yang hilang, seperti kerajaan Sriwijaya yang di juluki kerajaan Maritim yang menguasai belahan laut Samudera Pasifik, namun bangunan sejarah atau cagar budaya yang membuktikan adanya kerajaan tersebut hilang di telan waktu.

Istana kerajaan tersebut hilang seakan tak pernah ada, yang membuktikan adanya kerajaan tersebut, hanya di lihat dari prasasti-prasasti yang bertuliskan di batu-batu namun tidak punya bukti kekokohan bangunan sejarah seperti halnya bangunan sejarah pemerintahan Stalin di Moskowa Rusia, yang sampai sekarang tetap utuh bahkan keasriannya tetap di jaga.

Namun itulah yang menjadikan Indonesia itu unik, Indonesia memiliki sejarah, mitos dan bahkan memiliki kerajaan atau daerah yang tidak bisa di jangkau oleh panca indera kita. seperti kerajaan pajajaran yang di pimpin oleh raja Siliwangi putra Prabu Dewa Niskala putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana lahir 1401 M di Kawali Ciamis. kerajaan ini di yakini hilang karena di selimuti oleh ajian ghoib raja siliwangi atau yang lebih di kenal dengan nama sri baduga maharaja. Dan ada juga dari versi lain yang mengatakan kalau kerajaan siliwangi di hancurkan oleh putra nya sendiri yang bernama raden Kian Santang.

Dualisme cara pandang yang berbeda namun tetap pada nilai yang sama yaitu kerajaan Pajajaran Pasundaan hilang di telan waktu.

Daerah Bima juga memiliki kisah atau legenda yang masih di percaya keberadaannya seperti Negara Wantira yang berada di Sulawesi tengah yang terletak di antara kota Palu dan kota Poso, meskipun negara atau daerah tersebut tidak bisa di lihat dengan kasat mata.

Negara wantira tersebut di yakini oleh penduduk setempat sebesar indonesia dan Australia, apabila di gambungkan kedua negara tersebut maka luasnya, hampir sama dengan luas negara ghoib yang pintu gerbangnya di depan jembatan kuning sebagai penghubbubg jalur palu mengarah ke poso tersebut.

Daerah Bima juga tidak kalah dengan dunia mistis seperti yang tercantum di cerita-cerita rakyat yang ada di indonesia. Sebagaimana yang di ungkapkan oleh tokoh agama bapak Bismin ketika penulis melakukan dialog bersama beliau, bahwa di daerah Wera bagian So Bombu, disana adalah daerah hunian masyarakat Wera asli pada jamam kerajaan waktu itu. Namun seiring perkembangan jaman, dan pada saat itu terjadi penculikan oleh tirani kerajaan Gowa yang mengharuskan wanita asli wera untuk di jadikan sebagai calon istri para prajurit kerajaan Gowa. Maka seiring berjalannya perputaran waktu, wilayah hunian pertama masyarakat tersebut akhirnya hilang di selimuti oleh ajian ghoib sehingga membuat daerah itu hilang dan bekas pemukiman tersebut hilang di telan bumi.

Sampai sekarang tak ada satu sejarah pun yang menulis tersebut karena cerita dan sejarah tersebut di anggap sebagai mitos sejarah, namun mari kita merujuk kepada daerah lain seperti yang penulis katakan di atas bahwa selalu ada dunia mistis di setiap sejarah negara Indonesia.

Namun demikian tak ada bukti sejarah ataupun prasasti yang menandakan keberadaan kebenaran daerah tersebut, bahkan dalam kitab sangaji kai, tak ada yang menceritakan desa hunian yang telah lama hilang dan menjadi kerajaan ghoib tersebut.

Satu-satunya bukti sejarah dalam hal ini ialah adanya sebuah batu yang berbentuk seorang wanita yang sedang menenteng sebuah bakul di dekat sebuah sumber air yang di namakan oleh penduduk desa Kalajena dusun Tengge, yaitu "OI KANTU", dan orang-orang atau penduduk setempat percaya bahwa itu adalah "WADU NTANDA RAHI" orang wera.

Penulis : Ginanjar Gie

SELAMAT ULANG TAHUN ANA

Foto : yang lagi ulang tahun
Tak terwakilkan kata untuk di ucap
Telah kehabisan kalimat untuk ku untai
Semua bahasa indah tak mampu menggambarkan inginku
Untuk mengungkapkan semua keluhku untuk hari ulang tahunmu

Sekuntum bunga mungkin bisa menguraikan isi hati
Sebuah kado berbentuk hati mungkin akan mewakilinya
Namun rasa ku bukanlah sebuah benda
Yang harus di wakili oleh semua itu

Aku adalah lelaki yang ingin memberimu sebuah harapan dan doa
Semoga engkau dan aku kelak akan berjalan di atas altar keabadian
Menuju mimbar saksi ikrar sang wali
Yang memberi restu padaku dan juga keikhlasan merelakanmu untukku miliki

Puisi ini sengaja ku rangkai untukmu
Untuk mewakilkan isi hatiku padamu
Semoga di hari jadimu kau lebih dewasa dalam menilai dan menerimaku apa adanya
Doaku untumu sayang

Selamat ulang tahun Anastasyia
Semoga selalu sehat dan selalu bahagia
Doa dariku untukmuntuk cintaku
yang selalu berkeluh tentang namamu di ujung doaku
Di tiap aku bertemu dengan tuhan di hamparan sajadahku


#NB
Dari : Fans
Untuk : Ana

Penulis : Gie

KUTUKAN SUMBER DAYA NTB

Foto : Ilustrasi Puisi
Selaksa mengulum bratawali
Kepahitan datang mencerca hinggapi jiwa
Runyamkan hati pada titian rinjani
Membesuk papan hantamkan gejolak rengguti jiwa
Kau tau maksudku bukan?
Ibu pertiwi, maafkan aku
Kali ini aku mengusikmu lagi
Aku tak tau harus mencurahkan pada siapa lagi

Sebab presiden sudah tak bisa lagi melihat dan mendengar jeritan kami
Kami anak negeri dari timur yang kini di timpa bencana.
Ibu Pertiwi inikah kutukan punggungmu
Kutukan Sumber Daya yang kau lahirkan
Hingga negara lebih mementingkan Asing dari pada Bumi Putera

Ibu pertiwi adakah hilang tawamu ketika NTB di guncang malapetaka?
Ataukah kau sibuk mencari elektabilitas buat anak-anakmu yang telah sukses??
Buat anak-anakmu yang mengerti tentang aturan?

Ibu pertiwi harus Kepada siapa lagi aku beradu?

Wahai bung karno
Nyenyakkah tidurmu?
Negara yang kau merdekakan sekarang dilanda bencana
Ia sekarang sedang di hujam nestapa
Namun negara mu enggan memberi wajahnya untuk itu
Itukah yang kau cita-citakan?

Dimana sila-silamu bapak pfoklamatorku?
Dimana keBhinekaan yang kau rilis?
Apakah itu hanya berguna bagi orang-orang barat??
Sementara kami yang kau merdekakakn di timur
Harus mengulum senyum dengan deraian air mata

Pak presiden
Kami telah membuatkan surat terbuka
Kami telah meminta kepada wakil kami yang ada di legislatif
Namun itu hanyalah alugoro
Kami dimatamu hanyalah candala yang dikara

Bangsaku!!!!!!

Semestamu telah lalai mengukir sejarah baru
Ia lupa membuat sebuah naskah untuk bisa dikenang oleh NTB, Bahwa ia pernah menjadi sesuata yang sangat bermakna dalam hidup

Hidup Kami
Hidup lombok
Hidup NTB

Sekali Lagi bapakku
Bapak Presiden
Tolong jadikan Bencana NTB sebagai bencana nasional

TANGISAN ANAK NEGERI DARI TIMUR INDONESIA

Penulis:Ginanjar Gie

RINDU TAK BERTEPI DI ATAS LANGIT

foto : ilustrasi puisi
Wahai rindu yang membentang di atas langit yang tak bertepi
Ku ingin menggapai dirimu di atas sana
Kuterbangkan apolo-apolo kepastian untuk menggapai hatimu yang tergantung di atas langit yang tak bertiang
Agar aku bisa meraih hatimu dalam keabadian pena takdir yang tengah di tilis di atas arasy-Nya

Betapa pun hati ini telah terpaut oleh sosok yang bersemayam dalam jiwamu
Merangkai sejuta makna yang tengah terengah ku selami
dalam diammu yang membungkam suara penaku
Yang ingin menulis namamu dalam kesucian kertasku

Aku tengah di atas langit saat ini
Di balik awan pun di dasar laut
Menyelami semua milik molekmu yang indah
Yang terpancar dari setiap lekukan tubuhmu

Aku berbicara pada langit
Aku berbicara pada bumi
Aku berbicara pada awan
Aku berbicara pada samudra
Agar kau tau segala milik molekmu adalah candu rinduku

ENGKAU SELAMAT DARI KEBENCIANKU

Foto : ilustrasi puisi

Hari ini harusnya aku membuat mu liar
Melepasmu tanpa beban
Hingga tak ada sesiapapun tersakiti
Dalam satu keputusan yang tengah ku ambil

Namun untuk keberkian kalinya
Aku menepis ego dalam diri
Menjuntai juta dalam kenangan manis
Yang tertoreh di tiap senja bahkan di tiap waktu saat kita bersama

Aku ucapkan selamat untukmu
Untuk kesekian kalinya kau selamat dari kebencianku
Yang memilih tetap bertahan pada khatulistiwa yang sama
Agar tak ada sesiapapun yang merasa kecewa
Atas lirik lagu glooming sunday di ujung pekat

Kau dan aku tetap akan menyatu
Membina mahligai dalam satu
Sebab komitmen adalah hal yang paling mahal
Jika itu dalam persoalan hubungan dalam cinta