TANGISAN GADIS BELIA DI DALAM TOILET

Foto : ilustrasi puisi
Oh Tuan Puan Negeriku
Kutukan apa yang di timpa pada jiwa ku
Aku bukan ahli agama yang bergerilya dan melakukan makar pada tuhan seperti nidah kirani
Kenapa kau memaksa melepas saraf merah dalam rongga terpecah dan menghilang untuk selamanya

Kemana aku harus kembali mengambilnya?
Apa yang harus aku katakan pada suamiku saat aku menikah nanti

Aku hilang kehormatan
Aku hilang harga diri
Aku nista
Kenapa kau kutuk jiwa ku untuk kotor?
Kau buas lelakiku
Kau memaksaku untuk memenuhi hasratmu
Kau pecundang yang kini telah lari dari tanggung jawabmu
Kini aku berdiri di hadapan tali yang ku ikat
Hitam tanpa cahaya
Aku di antar sanak saudara menuja tanah merah
Membaringkan

PUISIKU

Foto : ilustrasi inspirasi puisi
Puisi adalah kata-kata hampa bagiku sebab cakra literasi yang bersemayam dalam jiwaku sedang di pinjam oleh rona indah wajah sendu sang titian dewi itsyhar yang beremayam di sayu indah matanya

Puisiku adalah kata-kata sunyi
Ia terbelenggu oleh setiap rentetan peristiwa pahit yang mengganjal di tiap lingkaran waktu detakan nafasnya

Puisiku adalah puisi yang keluar dari jiwa sunyi
Yang setiap hari ia di tikam oleh sesosok rindu yang tak pernah ia jumpai dalam tiap aksara tertuang dalam bait-bait suci

Puisiku adalah kata-kata tanpa kata sebab ia telah bisu dan tertidur di dalam pembaringan semesta

Puisiku adalah luka
Sebab setiap baitnya ialah kesenjangan waktu memutar takdir tuk menjumpai cita dalam nawacita cita.

PENDAMBA

Foto : ilustrasi puisi
Rindu bercerita di sudut malam
Menjumpai raut di ujung sutra yang tengah terjengah di atas pembaringan
Ia menjelma menjadi sebuah butiran embun
Tertitik disudut mata bagi para pendamba

Ah..... Sunyi
Kau begitu mengusik kebahagian hati
Kau uraikan segala nostalgia yang ku ceraikan dalam bingkisan yang menyayat.

Gie

MAMA LEMON

Foto : penulis
Aku sangat suka dan cinta terhadap semua kamu.
Setiap dan segala molek dari lekukan tubuhmu adalah penginspirasi tiap bait-bait sajakku.

Tapi kau pembual dalam segala inginmu, kau ikrar semua bahasa kasih sayang dalam sunggik bibirmu hingga kau merasa lupa akan semua fatwa malammu.

Kau buat nuraniku menjadi buruk dan bagiku itu adalah pengkhianatan kepada ketulusan!!

Kau menganggap bahwa apa yang aku untaikan itu adalah bahasa kebenaran, tanpa kau sadari itu adalah bahasa indah yang ku percantik dengan polesan madu dalam racun agar kau tau bahwa lemon itu warnanya kuning kalau sudah matang.

GULAKU

Penulis lagi alay menulis kutipan bahasa kahlil gibran
Kamu adalah pelengkap kopi yang masih selalu pahit
Membubuhinya hingga terasa nikmat di setiap tegukan bagi para pecinta candu.
Kau manis hari ini
Gie