MAWAT TERHALANG SEMAK

Foto : penulis
Samudra berbinar-binar pelangi
Mawar kumbang menakjubkan menjajal mata
Tapi laut begitu sunyi akan melati
Keindahan tertimbun di dasar karang

Jauh disana ku pandang ilalang
Bunga mawar jelita jadi tontonan ilalang
Mawar kumbang ku genggam
Duri semak meranjau di ulu hati

Sejak aku bermimpi disuatu waktu
Tak akan pernah hati tersentuh tirani
Namun jauh sebelum bermimpi
Dinding besar telah berdiri

Kini, menengok pun telah terhalang
Apa lagi menggapainya
Bunga mawarku dalam mimpi
Kenyataan terhalang ilalang

Samudra ku arungi
Tetap saja mawar kuimpikan
Dia tumbuh dalam mimpi
Namun menjelma tirani dalam nyata
Hingga nelangsa hati dalam perbudakan majazi


#PuisiRakyat
Penulis : sofyan

KEMANA AKU PULANG?

Ilustrasi puisi
Aku tersesat di dalam waktu yang sangat panjang
Himpit terapit oleh polemik kehidupan
Hingga kata pulang terasa malu tuk terucap
Kata pulang terasa hina tuk di dengar

Tak tau jalan dan tujuan untuk pulang
Aku berdiri di persimpangan jalan
Mendongak langit saat rintik hujan perlahan satu persatu menyetubuhi tubuh
Dengan kerinduannya kepada bumi membuat aku terasa menggigil

Pulanglah nak
Kata bunda di seberang telinga pulau
Sayup-sayup terdengar dalam bunyi adzan
Perlahan air mata meniti bersama hujan yang tak jua reda

Termenung antara sunah dan wajib
Hamparan sajadah saksi kegundahan hati
Pertanyaan bertubi datang menimpali pikiran
Hingga khusuk jauh dari kata harap

Kemana aku pulang?
Aku bukan lagi bagian dari bagian
Aku bukan satu dari kesatuan
Hanya saja bunda yang masih berharap

Kemana aku melangkah
Harap doa bunda datang memberi cahaya
Sebab kata pulang adalah sumpah serapah
Jika tak ada sukses bersama jiwa juga hidup

Gie

ALAM PRIMORDIAL

Ilustrasi puisi
(sumber id.meowshareid.com)
Selasih sukma terketuk dalam adab peradaban
Terkuak janin tertiup ruh
Terbungkus daging dalam belulang
Sum-sum terbentuk dari kematian plasma

Ruh tertanam dalam ragam adam
Selaksa doa mengikat pada bibir para sufismen
Menghadirkan malaikat tuk berucap Aamiin
Atas kehadiran jabang dalam rahim

Kebahagian tertumpu dalam asa sang ayah
Bunda berkabung dalam tiga bulan kepahitan
Merawat laku agar sang buah cinta hadir menjamu suka cita

Bahagia
Bahkan dalam alam primordial membawa berkah
Haru kasih Tuhan menjelma dalam doa kesyukuran
Atas limpahan generasi tanpa kepunahan

Bayi mungil
Hasil cinta dalam cita
Semoga terwujud untuk jiwa pendamba
Yang berharap keturunan untuk keabadian nama
Semoga
Aamiin

AKSA AKSARAKU HILANG

Penulis
Letih meramu aksara
Cakra bait-bait kini hilang dalam lelah yang pekat
Lilin yang semakin larut kini makin memenjara jiwa dalam laut kesepian

Entah apa yang ku urai dalam syair-syairku
Sebab terbuka mata sangat jauh dari kata ingin
Namun hampalah jawabanya

Aksa aksaraku hilang
Namun imaji masih di atas arasy
Ingin membubuhi dengan kiasan langit
Namun tirai terhalang penat yang menjadi

Hausssss akan luapan aksara
Namun
Hampa tersendak
Aku pengagum kata-kata
Aku hanyalah pexandu dari goresan tintamu

Aku lelah
Aku letih
Aku lunglai
Aku tanpa kekuatan juga pikiran

AKSAKU MENEMUI PUNCAK KEJENUHAN

Ilustrasi puisi
Pikiranku lelah malam ini
Aku tak mampu merangkai apa-apa selain aksara kehampaan
Kata-kata mati tanpa arti
Sastra tanpa makna tertuang dengan dilema

Aksaku menemui puncak kejenuhan
Hingga lelah melepuh dalam didi diriku
Menggapai mazaji yang tertanam sejak purba
Saat kemerdekaan belum terlahir bahkan dalam kata

Aku hilang di tawan waktu
Imaji terhalang dalam nestapa kebebasan
Menjajah jiwa hingga terkungkung di bawah panji kemutlakan kebenaran penguasa

Aku haus tanah yang airku terpendam dalam rahim ibuku
Ibu pertiwi yang ku peluk erat dalam persatuan tanpa dinding penghalang
Miskin kaya telah terhapus
Inginku...!!!!!

Hambar dalam waktu
Sejarah kemakmuran hanyalah dongeng bualan mimpi

Ah sudahlah
Jejak-jejak perjuangan adalah misteri bagi setiap penggelut sejarah
Misterinya tak terbaca
Hendak menulis fiksi gunung merapi
Namun semua hanyalah legenda

Itulah pikiran
Semua benar menurut kacamata sendiri
Menjamu semua polemik ironi negeri
Indonesia dengan pikiran tanpa kebenaran sejarah
Semua terpendam dalam setiap kitab-kitab putih bagi kumpulan-kumpulan

Terisolir
Tertekan
Tak ada yang benar
Sejarahku sejarahmu
Itulah yang tertulis
Semua benar dalam misteri hedonisme aliansi
Perkumpulan demi perkibulan
Membubuhi dengan kebenaran hampa
Ironi negeriku yang terkenal dengan legenda misteri