AKU KALONG KAU JALANG

Ilustrasi puisi
Aku disini masih tetap bersama harapan
Melumuri darah pada tanganmu atas sakit yang kau cipta
Di ujung malam kelam sejarah cinta
Yang mengusik tiap lembaran waktu

Aku kalong kau jalang
Hidup dalam satu hukum tanpa aturan
Menjajali tiap setiap lekukan
Bagimu bagiku surga kita

Masih setia menanti waktu berpihak
Darah mendidih masih selalu ku semai
Hingga ajal memenggal asa dalam balasku
Kau ku tetap di nanti di ujung api napasku

Aku kamu kau kita
Akhir sakit yang menikam
Menikam rongga menikam ulu
Kau masih ku nanti demi darahmu

Sakitku bahagiamu
Adalah cambuk untuk jiwaku
Tetap menyemai dendam pada asmara
Bahwa kau adalah penjahat cinta yang harus ku balas

KOPIKU KENANGANMU

Ilustrasi puisi
Tetesan air mata di dasar danau esSaat matahari terbang di sayap rembulan
Menghardik diri pada pekatnya lilin
Hingga lahir sejuta gores tersayat yang tak tampak

Terucap satu tanya dari bibir merah merona
Hendakkah kopi mampu memeluk rasa
Saat majazi asmara menindis diri dalam masygul
Adakah rindu kisah yang tertuang dalam kopi
Hingga begitu tinggi nikmatnya dari rindu

Jawabku :
Dengan kopi aku teringat untaian seorang wanita
Saat itu kala senja merona memancarkan jingga
Mengucapkan sepatah kata tentang kopi
Bahwa disaat kau meneguk kopi berikut ampas dari air mataku ialah suatu kenangan yang tak mungkin dapat ku lupakan
Meskipun tangan dan goresen pena Tuhan berkata pada hati yang lain
Namun yakinlah rindu padamu akan tetap ku ramu dalam satu wadah jiwaku
Hingga kata hilang dan kadaluarsa tak pernah tertulis untuk expo rasa di hati
Untukmu juga canduku

MENIKAH TAK HARUS MENCINTAI

Foto : ilustrasi puisi
Tak usah di pikirkan tentangku
Kau jalani saja keseharian dan cintamu
Sementara biarkan aku menggeluti setiap indah wajahmu
Biarkan aku merasa bahagia dengan menafsirkan segala milik molekmu

Kau berkata aku takut
Kau memilih tak pernah ada di dalam liarku
Namun aku berkata lain dalam imajiku
Bahwa aku akan bahagia hanya dengan mencintaimu dalam diam

Mencintai tak harus memiliki bukan?
Menikah pun tak harus mencintai bukan?
Bukankah mencintai dan menikah untuk orang-orang yang beruntung yang mendapatkan keduanya.?

Aku tak meminta dan menuntut
Membuka hati atas rasa ku pun tak usah ku hirau
Yang ku minta hanya ikhlasmu
Berikan bagianku untuk tetap bisa menjaga rasaku padamu
Itu saja

SUMPAH KEABADIAN

Ilustrasi puisi
Seuntai kata dalam bingkai kenangan
Untuk merajut sebuah dilema yang sudah lama bergejolak
Menjumpai mimpi dalam sebuah cita-cita suci
Menuju altar dengan rajutan kasih
Atas restu ikrar wali

Haru kasih Tuhan akan terlaksa dalam ucapan akhir
Menjumpai rasa sakral dalam menggapai sumpah keabadian
Tertuju jua serangkai resesi resepsi
Tertuju ribuan mata untuk saksi
Seleksi alam untuk sebuah pilihan kini telah berakhir
Merestui semua mimpi bagi dua hati yang telah lama merajut asmara
Resepsi

MAWAT TERHALANG SEMAK

Foto : penulis
Samudra berbinar-binar pelangi
Mawar kumbang menakjubkan menjajal mata
Tapi laut begitu sunyi akan melati
Keindahan tertimbun di dasar karang

Jauh disana ku pandang ilalang
Bunga mawar jelita jadi tontonan ilalang
Mawar kumbang ku genggam
Duri semak meranjau di ulu hati

Sejak aku bermimpi disuatu waktu
Tak akan pernah hati tersentuh tirani
Namun jauh sebelum bermimpi
Dinding besar telah berdiri

Kini, menengok pun telah terhalang
Apa lagi menggapainya
Bunga mawarku dalam mimpi
Kenyataan terhalang ilalang

Samudra ku arungi
Tetap saja mawar kuimpikan
Dia tumbuh dalam mimpi
Namun menjelma tirani dalam nyata
Hingga nelangsa hati dalam perbudakan majazi


#PuisiRakyat
Penulis : sofyan