Bahtera nabi nuh adalah hilangnya atlantis (sebuah ilustrasi dan analogi kritis)

Atlantis
Jika di kaitkan bahwa atlantis yang hilang itu adalah sebuah pulau yang mempunyai banyak gunung berapi dan kapal nabi nuh adalah semuanya terbuat dari jati super asli, dan satu-satunya negara penghasil kayu jati terbaik dan super adalah Indonesia. Maka dapat kita tarik bahwa atlantis itu di indonesia, dan tahun menghilangnya ialah pada jaman nabi Nuh As.

Dan juga tulisan ini dapatlah kita gugurkan tahun hadirnya jati kasi pahu dan awal mula pohon jati sebagaimana mitos atau cerita rakyat Bima. Bahwasannya jati kasipahu adalah awal dari cerita nabi Nuh, dan kemungkinan cerita yang beredar itu adalah benar,  namun hanya tahun dan jamannya saja yang salah, karena sejatinya kebenaran tentang jati ada bahkan pada saat nabi Nuh As.

#NB
Tulisan ini hanyalah sebuah analogi dan ilustrasi sederhana penulis, karena dari 5.000 buku yang telah di terbitkan mengenai atlantis, sejak di tulis dan di ilustrasikan oleh plato dalam karyanya yang berjudul
Adalah tidak ada bukti nyata yang membeberkan dan yang menunjuk di mana tempat dan keberadaan atlantis yang melegenda tersebut. Sampai akhirnya seorang Profesor dari Brazil yang bernama Santoz yang pernah menantang habis-habisan teori evolusinya darwin menujuk indonesia sebagai atlantis yang hilang.
Namun penelitiannya terhambat karena di tahun 2005 beliau meninggal dunia.

Tetapi beliau mewasiatkan sebuah catatan bahwa harus ada penelitian di laut indonesia dalam kedalaman 150-200 meter agar bisa di buktikan secara valid bahwa pernah ada kehidupan sebelumnya di bawah dasar laut. Dan itu adalah teori yang akan bisa menggugurkan kaliman barat atau yunani kuno bahwa awal peradaban dan pengetahuan berawal dari romawi dab yunani kuno.

AKU TAK PAHAM

Foto : penulis sedang bermain biliard (oleh : Dhimaz)
Harapan
Ada
Asa
Di sini
Bersama mimpi
Menuju dirimu
Dalam imajinasi
Ingin ku rangkul dan memelukmu
Meski itu hanya mimpi
Namun harapan ini adalah doa

Dan doa yang ku anggap ialah
Pelukan hangat dari kejauhan
Oleh tangan Tuhan untuk hati
Yang kesepian dan membeku
Karena merindu pada sosok yang tak jua mengerti

Aku tak paham
Hatimu dalam
Sedalam samudra
Pun
Tak terjamah
Hanya mimpi
Adalah jawaban
Dari harapan
Untuk mimpiku
Dirimu
Yang ku sayang

Mimpi
Sungguh indah
Menuju shirat kita mampu
Dalam imaji
Semua terangkum
Namun
Majazi pada mu
Kian menyiksa di tiap waktu

Gie
Salam literasi sasta
29 januari 2019
Pena langit di bumi pai

DUA

Foto : penulis bersama fotografer handal
Oleh : Nurhayati Saifudin
Dua berdua
Di antara satu yang kita punya
Masing-masing saling mengait
Mencari kunci untuk saling membuka
Membuka gembok pun hati
Agar sakit tak terawat pada tiap waktu yang di lewati

Sajak-sajak yang tercipta adalah bukti
Bahwa hatimu adalah tujuan
Tujuan hidup ku adalah kamu
Hilangkan semua jiwa kelakian yang ada pada diri

Atma primordial
Menggugur di saat yakin tertuju pada satu
Untuk dua yang tak bisa di ganggu
Tuan Tuhan pun akan ku khianati
Apalagi setan pembisik pembidik bual
Pasti ku luluh lantakkan dengan prosaku

Karena
Aku yakin suatu saat
Sajak dan aksara ku dapat mengguncang istana
Apalagi hatimu

Percayalah
Yakinku

Gie
Salam literasi sasta
29 januari 2019
Pena langit di bumi pai

GANG DESA KU

Foto : Gang desa ku (oleh : gie)
Daun dedaunan bergoyang mengikuti hembusannya
Yang jatuh tak jua mengutuk waktu
Menerima hakikatnya yang hilang
Di terpa hujan gemuruh
Enggan hilangkan laut kilatan
Dinding megah gedung-gedung kota
Masih sombong memangku waktu
Sementara di sini di bumi kecil
Tercurah menjelma bahtera Nuh
Kubangan
Lorong menuju rumah
Gang Desa Ku

Ah
Almarhum perangkat sistem berjanji
Ia berikrar tanpa materai
Titik-titik pembaharuan adalah prioritas
Bualan kholbu
Sebelum periode
Kami akan datang dengan kerikil bercampur pasir semen
Haha

Mari tertawa
Kita sedang bahagia bukan
Perkara itu sudah ada yang ngatur
Terima saja dengan lapang dada
Tak usalah kalian mau tau urusan kami
Katanya

Ooooo yah
Ayolah....!!!
Mari tertawa
Meski air mata tak terjatuh disini
Tapi nun jauh di dalam sana
Di dalam hati yang tak sempat bersuara
Ia terisak oleh kebohongan dan kebobrokan

Dulu masih ingat
Ingat masa dulu
Hahaha
Kala itu bukan?
Si monyet kecil sedang bersajak
Berandai di ujung malam
Sebab motornya baru saja terjatuh di tengah becek jalan
Gang ku laksana kubangan
Aku terjatuh di dalamnya
Dalam angan
Pun
Dalam becek tanah

Gie
28 Januari 2019
Pena langit di bumi pai

JAYALAH NELAYANKU

Foto : Para Nelayan sedang menyelam
Teringat kala itu
Kala kita sedang tak punya malu untuk berjalan telanjang
Mandi telanjang di bibir pantai
Kadang berenang menuju pulau ular
Bahagia

Kawan-kawan sejawat berubah jadi ayah
Pacarku berubah jadi ibu anaknya
Sedang aku masih sama seperti dulu
Setiap pagi meminum kopi dan menulis sajak untuk desa ku

Hembusan angin musim hujan masih sama
Mengantarkan kita pada satu nostalgia
Keasrian pulau dan keabadian karang
Namun semua hanyalah kenangan

Nelayanku sudah tak lagi memancing
Karena doping siap menghantam samudra karang
Persetan mata kail
Nelayan ku lapar
Bom berdenting-dentang
Ikan ku mati
Karang ku hancur
Jayalah nelayanku


Gie
28 Januari 2019
Pena langit di bumi pai