TERBUAI MIMPI

Foto : Ilustrasi puisi
Saatnya tidur
Tak usah ngopi malam ini
Tak usah lagi berpuisi
Sebab keduanya tak bisa memberi ketenangan bagi hati
Yang gundah gulana menahan sepi
Sunyi
Intuisi
Imaji
Kita kungkung di bawah kaki
Mereka harus lenyap malam ini
Insomnia segeralah berhenti
Pergi
Aku ingin mati
Sejenak ingin merebahkan diri
Mari kembali
Di atas ranjang kita terbuai mimpi
Gie
30 April 2019

CINTA ITU

Foto : gie
Cinta itu lilin pada api
Cinta itu hujan pada pelangi
Cinta itu Matahari pada pagi
Cinta itu senja pada gelap
Cinta itu Kerbau petani
Cinta itu sapi peternak
Cinta itu telur madu pekerja
Cinta itu batu pasir semen gedung megah
Cinta itu rokok pada api untuk penikmat
Cinta itu entahlah
Gie
02 Maret 2019

MIMPI REVOLUSI

Foto : Che Guevara
Mari merangkul tangan
Kita dalah dua yang pasti menyatu
Bersenda gurau di atas mimbar jalanan
Di hiasi asap ban bekas di pinggir trotoar

Aku rela jadi megafone
Agar hingar semua telinga
Mendengar segala kemelaratan bangsa
Yang akan kita gugat bersama-sama

Aku rela jadi kertas
Untuk kau urai semua mimpi revolusimu
Aku penopang pena lusuhmu
Aku pendamping setiamu

Jika polisi datang
Jadikan aku tameng pelindungmu
Aku laskar yang akan menghujani para aparat dengan batu
Aku akan datang
Pasti
Kita punya satu mimpi
Indonesia jaya dengan rakyat yang hidup merata
Bukan melarat dengan janji yang sering di ralat
Kita generasi tanpa pedang
Tapi dengan pena
Yakinlah kasih
Kita adalah sehelai kertas yang akan meluluhlantakkan istana
Gie
01 Mei 2019

KUNARPA

Foto : Ilustrasi puisi
Jiwa alaska
Kunarpa
Retorika yang menyambut luka
Dengan dua kata tanpa tanya
Hilang harpa yang mengalun saat bersama
Kini berikan ribuan duka
Berenang mengenang
Merenung termenung
Kalah masalah
Marah sangat parah
Gerah
Julang tertanam dalam lingkaran pirang
Warna tercoreng minyak goreng
Air mendidih cairkan antartika
Bingkai bangkai terlihat bernyawa
Berjalan tanpa ruh
Berpikir tanpa jiwa
Sesak petarung
Tersemai sarang burung
Jabang terkungkung
Terkurung dalam sangkar karung
Paruh
Usia tak lagi muda
Terkenang mengenang
Tak ada guna mengulang
Kita
Sama
Satu dalam kebekuan
Gie
30 April 2019
Pena langit di bumi pai

BURUH JANGAN DI ANGGAP SURI

Foto : ilustrasi puisi
Google
Di antara ruang bahasa yang tak bermakna
Selubuk tersembunyi namun pasti hadirkan dirja
Molekul-molekul rasa tumbuh di ujung pagi saat mata air memancarkan kebeningan dalam keheningan desa
Serunai berbisik pada semesta
Mereka adalah rasa yang sama
Yang inginkan keadilan di dalam satu lingkaran budaya yang berbangsa-bangsa

Lihatlah moyang-moyangku dahulu
Terlahir dari rahim penguasa samudra
Lautan adalah kehidupan pagi bagi mereka
Mercusuar dunia yang menundukkan segala benua
Rempah-rempah produksi yang paling berharga
Sembako tak pernah kekurangan

Moyangku sang penakluk
Pemberantas para bajing-bajing berontak
Moyangku tak pernah tunduk
Dulu...!!!!!
Sebelum Kata kapitalis belum di temukan
Sebelum bangsa penindas datang menyita
Menggerut seluruh isi perut ibu pertiwi
Dulu....!!!!
Mereka bebas dari penindasan
Merdeka dalam segala lahan
Pertanian
Peternakan
Perikanan
Kelautan
Dan ribuan bidang pekerjaan
Mereka mengelola tanpa tekanan

Dulu....!!!!!
Cerita usang yang hanya indah dalam negeri dongeng

Hari ini
Sekarang
Lihatlah
Budaya yang sakit terjangkit penyakit
Ingin bangkit namun terhalang bukit
Buruh tersiksa dengan sistem pengungkit

Terbungkam suara dengan amplop sakti
Sing penting anak istri bisa makan esok hari
Di percaya ngutang di warung dengan modal janji
Gajian tanggal muda nanti tak lunasi

Sementara jangan pikirkan liburan apalagi hiburan
Sebab itu hanya milik kaum pemodal setan

Membayar dengan upah kesepakatan elit politik
Memerintah semau tanpa kenal delik
Tak pernah memikirkan suara buruh di balik bilik
Sebab negara bukan lagi tempat bersandar anak negeri
Sistem telah terkendali oleh penguasa keji
Sekarang.... Hari ini
Kita hanya punya mimpi
Berandai di tiap cangkir kopi
Ruang umpama siap menghegomoni
Kemelaratan berpusat di ibukota negeri
Ngeriiiiii

Buruh
Harapan paruh
Terperintah dan di suruh-suruh
Menghilangkan nilai luhur jiwa moyangku
Penakluk benua yang berpulau-pulau

Kalau

Ruang umpama
Yaaaaaa
Harapan
Yang memenuhi trotoar jalanan kota
lolongan malam di lorong-lorong waktu
Harapan buruh ingin segera terkabul
Sejahtera bagi semua pekerja juga pemodal
Kita sama-sama sederhana
Sebab moyang kita sama
Jangan jadikan kami budak di tanah sendiri
Jangan jadikan kami penikmat tubuh sendiri
Karena kami masih punya mimpi
Anak dan semua generasi
Cita-cita negara yang adil makmur untuk seluruh rakyat dan petani
Pun buruh jangan di pandang suri
Jangan anggap mereka bangka
Apalagi ayam kari
Karena kami ada untuk bersuara demi keadilan di seluruh negeri
Harapan kami
Mahasiswa indonesia
Buruh adalah penunjang ekonom negara
Maka sejahterakanlah mereka
Gie
Pena langit di bumi pai
01 Mei 2019