PENGHULU SEGALA NCUHI

Foto : penulis
Malam bersama api unggun
Pinggiran jalan-jalanan
Dengan lentera di ujung netra
Sang samudra tawarkan kemilau
Gili banta memancarkan keindahan
Kopi tawarkan ketenangan
Alam pai tawarkan kesejukan
Kita ada dalam satu kolosal semesta
Lazuardi tak mampu mengimbangi
Langit telah meluapkan rahmat
Nikmatilah
Kenikmatan
Kita adalah surga yang tak tersentuh
Tangan bengis
Tangan besi penguasa
Tak akan sanggup
Mengubah menggugah keindahan
Karena kita adalah bima yang pertama
Pencetus sejarah dalam sejarah
Maka nikmatilah
Kita adalah kerajaan di atas kerajaan
Pulau ular adalah raja diraja
Penghulu segala ncuhi
Lihatlah
Kita kecil
Namun punya kekuatan yang tak tertandingi
Yakinlah
Gie
06 Mei 2019
Pena Langit di Bumi Pai

REVOLUSI TIDAK JADI : GENERASI DOPING

Foto : ilustrasi puisi
Revolusinya tidak jadi
Belum dapat ijin umi aji
Yang punya istri harus mikir MP-ASI
Senior harus cari link politisi
Junior dilarang berambisi
Harus selaras dengan ilmu yang di beri
Kata sang pemateri
Di dalam sekret saat pengkajian materi

Dari terbentuknya NKRI
Orde Lama Orde Baru Revormasi sampai Demokrasi
Teriakan mahasiswa ingin revolusi
Tapi
Setelah masuk pada sistem birokrasi
Kepentingan partai
Kepentingan Menteri
Kepentingan rakyat di ujung orasi
Hanya koar-koar basi
Revolusi belum jadi
Hanya darwin yang punya teori evolusi
Habis itu kita sama-sama ingin revolusi
Tapi hanya wacana sebelum masuk jadi pegawai
Bualan untuk melancarkan ambisi
Generasi televisi
Hahaha
Pencitraan
Pencemaran

Revolusi dengan sebiji doping
Teriakkan orasi di mimbar jalanan
Tanpa obat penenang tak bisa bersuara
Pecundang

Mengundang
Bingung
Penjara bukan karena suara
Kristal putih di dalam kaca
Jadi idaman para pejuang
Katanya

Hahaha
Kau sendiri yang membunuh
Kau sendiri yang memancing
Kau sendiri yang menyulut
Kau sendiri yang tergoda
Kau sendiri yang jual harga diri
Kau sendiri yang jual idealisme
Kau sendiri yang mati
Kau sendiri yang bodoh
Revolusi di jalanan
Restorasi di bawah kolong meja
Kenikmatan di atas langit
Kembali kristal putih jadi idaman
Sekali lagi

Hahahaha
Bualan revolusi
Memapah diri sendiri
Tak mampu
Tak sanggup
Mati saja
Tak berguna
Tak ada guna
Lenyap sudah
Generasi tanpa tau diri
Pecundang
Gie
02 Mei 2019

PERAWAT TAK TERAWAT

Foto : ilustrasi puisi
Wanita sinting
Otak giting
Miring
Juling
Garing

Kesehatan jiwa tak terawat
Perawat tak mampu merawat
Kaum gujarat
Petugas pembuat surat
Habis di gurat
Semburat

Jerawat?
Gigi berkawat
Semoga kau di jerat
Semoga hidupmu melarat
Moga-moga kau cepat sekarat
Terbenam bersama matahari menuju barat
Sampaikan salamku pada malaikat
Sesampai di ujung maut
 Kau Kemelut?
Aku kalut
Salut

Wanita sakit
Kedua bukit
Sudah terjangkit
Sang burung bangkit
Pantaslah lapina terakit
Hati ku kau buat sakit
Sapamu membawa penyakit
Akut
Gie
03 Mei 2019
Pena langit di bumi pai
#NB : BUAT WANITA YANG DAPAT IJAZAH DARI SKRIPSI BAYARAN

GENERASI PENGGORENG KORENG


Foto : ilustrasi puisi
Rekayasa akal
Semakin dangkal
Jarak sejengkal
Kepala tanpa bekal
Hilang intelektual

Budaya yang sakit
Jiwa-jiwa generasi bulshit
Terjangkit penyakit
Semua ingin menjadi parasit

Berisik
Jelmaan manusia bersisik
Anak jaman berisik
Racik-me-racik
Goreng-meng-goreng
Nama ter-Coreng
Moreng
Bopeng
Koreng
Ideologi loteng
Terbangun jereng
Tinggi tanpa cakar penguat
Ingin bangkit
Kembali terjangkit
Jalanan terboikot
Dompet harus isi di loket
Kembali idealisme terjual di kolong
Kantong kosong
Terisi lemari bendahara bolong
Sama-sama nyolong

Apa bedanya?
Penguasa dengan yang dijalanan sama
Mereka pernah jadi mahasiswa
Kita masih mahasisa

Mari belajar jual diri
Generasi tanpa ideologi
Melacur di meja birokrasi
Prostitusi?

Sama
Tak ada beda
Yang ada di rel kereta
Yang ada di penggilingan kota tua
Yang ada di doli surabaya
Yang ada di sosial media
Kongsi antar benua
Apa bedanya?
Sama-sama jual diri
Kasihan generasi
Di perkosa sistem hirarki
Benci..!!!!
Gie
05 Mei 2019
Inspirasi pagi Kopi Pai

TERBUAI MIMPI

Foto : Ilustrasi puisi
Saatnya tidur
Tak usah ngopi malam ini
Tak usah lagi berpuisi
Sebab keduanya tak bisa memberi ketenangan bagi hati
Yang gundah gulana menahan sepi
Sunyi
Intuisi
Imaji
Kita kungkung di bawah kaki
Mereka harus lenyap malam ini
Insomnia segeralah berhenti
Pergi
Aku ingin mati
Sejenak ingin merebahkan diri
Mari kembali
Di atas ranjang kita terbuai mimpi
Gie
30 April 2019