MEREKA ADALAH CINTA

Foto : ilustrasi puisi
Bacalah syairku dinda
Jadilah tiada
Sebab Tuhan tiada Ada
Dimana-mana semua sua akan asa

Menyipit mata yang terapit
Jatuh bangun sebelum terjangkit
Kita sama ingin bangkit
Maka bangkitlah sebelum disapit

Serunai mengalun sendu di antara bukit
Jadilah anak pingit
Kita adalah anak buaian langit
Satu di antara sekelumit

Disana banyak tak terhitung
Tak terjumlah mengalahkan situng
Tuna wisma
Tuna netra
Tunas-tunas bangsa

Mereka adalah kita
Mereka adalah cinta
Mereka adalah agama
Kita satu dalam satu akidah bangsa

Ikutlah dalam satu majelis
Bacalah syair-syair mukhlis
Kalam terbaca dengan manis
Bacalah
Ketahuilah
Agama cinta adalah islam
Gie
16 Mei 2019
Pena langit di Kota Tepian Air
Kota Bima di ujung pena

PETA DALAM DIRI

Foto : ilustrasi puisi
Masih disini
Mencari dirja dalam kendali
Menggiring pikiran untuk intuisi
Sebilah kata yang ingin pergi
Meramu menemui
Hilangkan peta dalam diri

Satu adalah alif
Penyatuan antara dada dalam tiga kaf
Kelingking penanda satu
Ibu jari terhimpit menyatu
Kita tengah sama-sama
Mencari masing-masing

Sebelum tiba akal
Kita temui bekal
Yang tersekap nun jauh di dalam
Tercantum indah pada kalam
Salam
Gie
14 Mei 2019
Pena langit di bumi pai

VISI MISI : BUALAN JANJI

Foto : salam dua periode
Ratapan kea_dilan
Terhenyak
Merobek dinding peradaban
Hilangkan peta si hana
Satu-satu langkah empat setapak

Datang mendatangi tanpa tanda tangan
Visi misi sisi bugil kulit persi
Kemenangan teralih oleh rezim kafilah
Siapa yang tau bumi putera masih ada?

Ada di kalimatan
Ada di jakarta
Ada di mataram

Mereka-reka ingin kembali
Tampil jadi kuda perang di laga demokrasi
Domisi telah terombak opini
Siapa saja bisa asal rekening punya banyak isi

Demokrasi
Tai besi
Sisanya basi

Visi misi
Bualan janji
Kita mati
Siapa peduli
Lihatlah disini
Seorang bayi
Terujuk tanpa tangan mulus umi

Kita bisa
Merdeka
Tanpa dinda
Abang tetap berjuang untuk Bima
Gie
21: 41
14 Mei 2019
Pena langit di kota tepian air
Bima di ujung pena

SAMURAI DALAM LIDAHMU

Foto : ilustrasi puisi
Narasimu indah sayang
Aku ingin berorasi di mimbarmu
Membisiki setiap eja dari narator yang kau lafazkan
Aku ingin ada di setiap aliran darahmu
Aku ingin menjadi dengusan nafasmu yang akan memberikan keseimbangan
Ketika para bedebah memerangi kita dengan asap gasnya
Ketika para bedebah datang memuntahkan peluru karetnya

Aku ingin mejadi samurai dalam lidahmu
Pemberi racun bagi telinga para penghuni birokrasi
Aku ingin menjadi golok dala
Hingga para tirani tergorok dengan kejam oleh lantangmu

Loakkan
Sumpah sampah serapah
Hujatkan pada mereka
Kita ada
Belum mati
Kita selalu ada
Akan tetap dan terus ada
Gie
11 Mei 2019
Pena langit di bumi pai
Pulau ular di ujung pena

BAGAIMANA KABARMU PALESTINA : SUDAH HILANGKAH KAU DALAM PETA

Foto : Che Guevara
Apa kabarmu palestina
Sungguh aku ingin
Ingin membebaskanmu
Ingin menghapus dukamu
Rinduku
Tak mampu

Karbala menggores mimpimu
Menyibak semua tabir
Hentak terhenyak tak pernah bermimpi bunga
Sebab mesiu dan ledakan senjata membisingkan setiap telinga
Telinga keledai
Terus saja lengkingkan ocehan
Para bedebah barat berkomando
Selaksa kiblat dunia
Menekan tertekan
Teken meneken
Kesepakatan

Lihatlah para mata
Nirwana menanti penghuni
Pusara di perbatasan kota
Tanpa nisan
Mereka terkubur oleh debu gurun

Lihatlah
Bahkan bayi yang masih dalam kandungan ingin cepat terlahir
Ingin bebas
Ingin membebaskan
Menghirup udara surga
Dunia tanpa penindasan
Tanpa peperangan
Dunia tanpa darah
Dunia yang damai
Perdamaian dunia

Haha
Perdamaian dunia tak punya nyali
Serikat setan yang memporak-porandakan
Tak mampu memberi kenyamanan
Tak membebaskan belenggu keterpurukan

Sistem bangsat para kumpulan elit polical dunia
Menatap di balik layar lebar
Darah para suhada
Darah para pejuang
Darah anak-anak yatim
Darah bayi
Darah orok dalam perut ibunya
Semua terpercik di depan muka
Muka tuan di depan layar
Di depan meja
Keputusan tak terambil
Terambil terampil
Intervensi kepentingan
Kestabilan ekonomi dunia
Hilangkan palestina dari peta
Gie
10 Mei 2019
Pena langit di bumi Pai