PENYAIR TERKENA VIRUS SEORANG AKTIVIS

Foto : Nilam
Hidupku tak terurus
Tubuhku semakin kurus
Aku bagai di serang virus
Sakitnya sampai kedalam usus

Berawal dari kacamata minus
Yang dikenakan oleh wajah mulus
Membuat hati ini terjerumus terjurumus
Dalam senyuman manis si nona pengintai kasus

Nona sang aktivis
Aku pengagum dirimu yang manis
Yang berorasi di tengah laju bis
Yang berteriak lantang demi pancasilais

Hey nona cantik
Kau membuat ku tertarik
Kau menarik imajinasi tuk kian berkutik
Dalam majemukku yang semakin sakit

Hy nona
Mau kah kau menerima cinta
Dari sang penyair trotoar yang berkelana
Dari jaln menuju semesta
Berpetualang mencari asa
Untuk terwujud keadilan di Indonesia

MARI BERPUISI

Foto : ilustrasi puisi
Mari berpuisi
Sebab hanya ini tempat meluapkan emosi
Para penegak hukum telah menjelma menjadi tirani
Yang mengkritik lewat media sosial terkena uu ite
Yang mengkritik di jalanan terkena tembakan polisi

Mari berpuisi
Disini kita bisa meluapkan semua yang ada dalam imajinasi
Kekuasaan yang memonopoli
Kapitalisme yang menggerogoti perut ibu pertiwi
Kita gugat dalam alunan sajak-sajak intuisi

Mari berpuisi
disini kita bisa meluapkan segala yang bercokong di hati
Kita tuang dalam kalimat sunyi
Sebab puisi adalah bunyi yang tersembunyi

Wahai generasi
Sekali lagi mari berpuisi
Karena kita adalah pemegang kendali
Untuk kemajuan bangsa kita nanti
Mari berpuisi..!!!!!
Gie
21 Juli 2019
Pena langit di Bumi Buncu

KAU KINI MENJADI KENANGAN

Foto : Makammu
Kini terulang
Rindu yang menggunung
Di atas Nisan yang menjulang
Kenangan bersamamu saat bersulang
Kembali terulang dalam jasadmu yang kini telah menjadi belulang

Kapan engkau pulang ?
Kapan kau datang menemani hatiku yang Malang ?
Meraih cita saat bersama dalam hidup yang gemilang

Sayang
Hati ini nelangsa pun malang
Ingin kembali menggalang
Namun senyummu masih memenjaraku dalam hening

Kenang
Saat ku cumbui kening
Matamu teramat bening
Kita terpaut untuk saling
Menjumpai diri kini terpelanting

Ku dapati dirimu berbaring lesu
Di atas ranjang berwana biru
Warna langit yang sangat kau suka
Memintaku tuk menemani saat senja

Kini hilang
Kau kini menjadi kenangan
Hanya Nisanmu yang selalu ku kenang
Ku dekap nisanmu dalam wajahmu yang selalu terbayang
Semoga engkau damai di surga-Nya sayang
Gie : 12 Juli 2019
Tanah ombak hamparan makam

NIDAH KIRANI JANGAN MATI

Nidah kirani
Kau sangat berambisi untuk emansipasi
Bahkan Tuhan kau gugat demi sebuah mimpi
Ingin membuktikan bahwa kelaliman lelaki
Mampu kau tundukkan dalam kelembutan jari

Nidah kirani
Kau adalah misi para politisi
Menjebloskan Vanessa angel dalam jeruji besi
Demi tercapai cita periodesasi

Nidah kirani
Tirani kini menggerogoti tubuh demokrasi
Memberi mimpi untuk sebuah revolusi
Setelah cita-cita proklamasi yang entah kemana kini
Revolusi industri telah pergi
Setelah revormasi di gaungkan untuk memakmutan negeri

Nidah kirani
Jangan mati
Cukup ceritamu yang fiksi
Sementara Vannesa Angel jadikan ia reinkarnasi
Yang akan menumbang rejim tirani
Karena mahkamah konstitusi tak mampu berinovasi, dalam membuat sebuah analisis hukum baru kata sebagaimana yang di ucapkan oleh bung Rocky.
Gie : 16 Juli 2019

PERTEMUAN YANG HANYA MENYISAKKAN KENANGAN

foto : ilustrasi puisi
Apakah kita hanya sekedar berjumpa di dunia maya lalu menghilang dan tak pernah kembali untuk sama-sama berusaha untuk bertemu dan saling bertatap untuk sekedar menyuguhkan kopi hangat sehangat pertemuan pertama?

Apakah kita hanya sekedar bertatap muka dan berkenalan dalam dunia hayal lalu menghilang dan tak pernah lagi saling tatap untuk sekedar saling sapa?

Apakah rasa itu adalah ketiadaan wujud lalu rindu menjadi gelandangan yang terbuang tanpa rumah untuk ia kembali sekedar singgah dan istirahat?

Apakah sederet kenangan maya menjadi beban luka dari ketidak pastian raut dan dunia yang kita geluti dalam perjumpaan ini?

Adakah sesayat luka yang ada dalam hati? Hingga ketiadaan menghampiri semestaku untuk pergi bersama rautmu yang memuakkan..!!

Ahhh...
Tidakkk...!!!!!!
Pertemuan hanya menyisakkan bayangan. Bayangan pahit dalam nostalgi yang akan memberi luka bertubi-tubi dalam ingin yang ber-asa untuk kembali berjumpa walau sekali lagi.

Tidak....!!!

Itu tidak akan terjadi, karena kita adalah jalan dari jalan lain yang memisahkan dimensi pikiran dari naluri akal budi yang pernah meng-ameng-anggap bahwa nyata adalah wujud maya dari sebuah potret.

Sekali lagi tidak..!!

Tidak dua kali berharap pada hantu yang telah memberi rasa nyaman pada hati lalu dengan sangat jahat meninggalkan luka yang teramat dalam.
#cerita tetangga
Gie : 19 Juli 2019