Bualan Dua Periode

Foto : ilustrasi puisi
Lembaga-lembaga yang tercipta
Dari tangan besi pemotong sel-sel penjara
Yang orange di kampus menyuarakan kebenaran
Yang orange di penjara menyuarakan kemunafikkan
Sebab kembali lembaga penuntut umum kini di bungkam lewat jalur kertas

Kertas meretas sejumlah kasus
Kasak kusuk ramai berbincang cincang
Yang hilang karena berorasi biarkan menjadi misteri
Sebab gayus dan nazaruddin bebas dari jeruji ketika di kerangkeng
Tuhan-tuhan kembali menjadi saksi nepotisme antar para elit

Lalat-lalat bertebrangan di pinggir piring
Mengelilingi meminta sesuap nasi
Ucapku silahkan berlandas di atas putih yang tak berlauk
Sebab kita adalah korban yang hanya diantar hanya sampai didepan pintu gerbang kemakmuran

Visi-misi itu tidak bisa kita kerjakan secara langsung semuanya
Sebab jangka-jangka waktu telah di rancang
Kita tunggu waktu realisasi
Jika tidak maka tunggu  periode selanjutnya
Asal kalian mau memilih
Akan aku bayar nilai dengan moral
Sebab periode harus di lanjutkan agar selaras pembangunan infrastruktur
Dan
Itulah tanda demokrasi berjalan pincang
Gie
21 Sep 2019
^Kopi_kenangan

RUKUHP Jadi Bualan PHP

Foto : pena langit
Tak ada konsepsi semesta
Tak ada teori negara
Tak ada tatanan sosial
Pun tak ada gerakan yang pasif

Lampu-lampu penerang kini redup
Pikiran terpenjara oleh ulah penyelundup
Tak ada guna bertelungkup
Sebab peluru telah meletup

Pion-pion tergerak tanpa intruksi
Agen-agen basis menerawang
Intai-mengintai demi kepentingan
Laksanakan perintah titah kepentingan

Lembaga-lembaga umum berdiri sebagai pengalihan
Independen terbaca dalam kacamata di tunggangi
Orasi kini hanya jadi suara oral
Kita cari nama untuk sekalian menjadi viral

Sang wakil gugup dan gagap saat audiensi di atas mimbar
Perjanjian lama di buka atas nama revolusi
RUKUHP kini jadi bualan PHP
Di hutan sana penggundulan hutan tanpa HPH
Omong kosong
Kosong-kosong
Hasil Nol

Kopi Kenangan

Foto : ilustrasi puisi
Kopi kenangan telah mengoyak hati
Di arak waktu berulang kali
Saat cangkir kembali ter-isi
Dengan sang Hitam pemberi inspirasi

Embun kini tersapu mentari
Waktu berputar seiring orbit lintas rotasi berlari
Pikiran dan hati masih tertuju pada satu intuisi
Kenang-mengenang saat bibir berucap janji
Tuk saling berpaut meski di landa badai

Namun kini telah hilang bersama mimpi
Denganmu yang memilih tak kembali
Hadir disini sebagai penghibur sepi
Disaat cinta tak lagi terkendali

Kau pergi bersama dia
Yang membuat diri di balut luka
Bersama mimpi-mimpi bahagia
Kukubur ingin dalam muram durja
Lukaku bersama Segalanya
Diarak waktu Cinta ini kubungkam selamanya
^Kopi_kenangan
Gie
23 Des 2019

Kontras Sunyi Sejarah Cinta

Foto : pena langit bersama mahti
Kasih yang berkesah dalam perjalanan kisah
Risih risau perasaan resah
Pilih terpilah menghadirkan peluh
Getar gemetar dada bak di cambuk halilintar

Sekilas pengantar

Jamrud khatulistiwa dalam mata
Masih terlintas dalam nostalgia
Harapan hampa selalu berasa
Ingin bersua dengan sorot mata peneduh jiwa

Gadis moskow
Kau biru mataku
Indah tatapanku
Dalam setiap dialek bisumu
Kontras sunyi sejarah cinta
Padamu harapan ini masih tertuju
Ginanjar Gie
13 Oktober 2019
^Kopi_kenangan

Langkah-langkah Cinta

Foto : pena langit bersama nurhayati
Dalam bingkai keharmonisan
Merangkai sila dalam rahim
Membangun kesepakatan dengan emosi
'Tuk satu cita keselarasan dalam sosialis

Menikmati jalan menuju jalan
Jalan-jalanan menuju perjalanan
Pilihan sebuah pemilihan
Ideal-isme ataukah idea-logis
Sentris menuju kelompok ataukah semesta

Langkah-langkah Cinta menyatukan kebutuhan
Keselarasan menjumpai keadilan
Bagaimankah langkah akan terlangkah
Melangkahi sajak-sajak langit
Melanggengkan kesadaran solidaritas

Lanjutkanlah
Perjuangan tetap berjalan
Panjang umur perjuangan
Kita dan kami adalah bara selaksa yang kn membakar tiap line birokrasi
Ginanjar Gie
09 Oktober 2019
^Kopi_kenangan