MASIH TENTANG INDAHNYA BINAR MATAMU

Foto : ilustrasi puisi

Segala makna telah coba ku pahami
Ibnu arabi bahkan Jalaludin rumi hampir semua telah ku pelajari
Ku maknai semua bahasa yang tertuang di dalamnya
Kahlil gibran bersemboyan "Racun di dalam debu"
Sedang Supardi Djoko berkeluh dalam curahan "Aku ingin"

Sudah semua ku maknai bahasa-bahasa indah para penyair dan sastrawan
Namun tak jua dapat ku maknai indah binar matamu yang menatapku dengan sendu saat itu
Saat ku tuangkan rasa dalam diam dan keluhnya bibirku untuk berucap

Masih dalam memahami indah sorotan matamu
Aku bersama kesaktian kata menuangkan dalam sebait puisi
Agar kau tak melihat ketakutanku
Dan cukup kertas yang menjadi peutan kasih ketakutan ku

Aku bertanya pada carik yang sedang ku gurat dengan pena
Apakah matanya mengandung candu hingga aku terbuai oleh keindahannya
Apakah dia adalah malaikat hingga jarak tak jua mau bersahabat dalam rasa ini

Apa yang membuatmu jauh
Sementara kau begitu dekat dari jarakku
Apa yang membuatmu tak mendekat sedang gravitasi kita sama
Apakah kau adalah sesuatu yang sulit di nikmati cintamu
Hingga semua ciut nyali dalam keberanianku
Yang selalu sigap pada setiap wanita
Namun begitu kaku dan layu saat sorot matamu menikam jiwaku

Kau bagai angkara murka
Bahkan menatap matamu dengan lama aku tak sanggup dan tak kuat.

Ohhhhhh
Kau ku
Kau mu
Kau kita
Kau kau penjajah tanpa senjata
Menyambukku saat terkulai lemah dalam hasratku
Yang inginkan kemerdekaan untuk meraih tanganmu
Namun di saat yang sama
Kau menggulingkan keberanianku dalam satu ketakutan yang hambar
Kau angkara murka asmara
Menakutiku dalam segala hal tentangmu
Aku muak
Muak dalam menyelami mata dan hatimu
Yang tak kunjung memberi arti dari sorot matamu yang indah yang ingin ku geluti

Kau selaksa sukma dendam yang terpendam
Menebarkan racun dalam sarafku

Sekali lagi matamu menakutiku dalam mencintaimu

KOPI KENANGAN

Foto : penulis dan teman ngopi yang baik
Kopi adalah ketenangan
candunya membawa kita kepada nostalgia mahligai yang kita rancang bersama
sedang waktu adalah kenangan
ia membelenggu jiwa untuk tetap jalan dan tetap mengingat semua rentetan peristiwa itu
Keduanya di ciptakan dalam waktu bersamaan untuk mengenang bahwa kita pernah bersama

Kenangan adalah sejarah yang membawa kita tetap terkungkung di bawah panji majazi alam yang membuat kita mati dalam sebuah rasa kesakitan.
Ia terlahir dari jiwa pecinta yang menikmati rindu dalam candu sabu-sabu asmara.

Sedang kopi dan kenangan adalah orcestra dari sebuah kenikmatan yang membawa jiwa pada ketenangan abadi di dalam ilusi pikiran.

TENTANG WANITA

Foto : ilustrasion motivasion
Kebanyakan dari wanita adalah ketika ada masalah, maka mereka cenderung mencurahkan segala beban pikirannya pada orang lain. Meski orang lain itu adalah orang yang baru kenal ataupun orang yang dia kenal tapi tidak ada hubungan emosional dengan dia.

Jika mereka merasa nyambung dan nyaman pada saat itu dengan orang yang sedang duduk dengan dia, dan yang pastinya mau mendengarkan curhatan mereka, maka mereka selalu begitu.

MENULIS

Foto : ilustrasi motivasion
Aku selalu menulis apa yang aku inginkan, dan yang pasti apa yang ada di dalam pikiranku. Merangkai kalimat-kalimat, mempwrhatikan ejaan, melengkapi setiap huruf dalam kata, lalu membungkus karya dengan ego sentrik seorang penyair.

Maka tulislah apa yang kamu pikirkan juga analisahlah apa yang menjadi buah pikiranmu di dalam tulisanmu. Sebab berbicara tulisan ialah berbicara tentang keabadian nama dan kehidupan peradaban sejarah hidup dan namamu.

Sekali lagi, menulislah


PERATURAN HIDUP

Foto : ilustrasi motivasion
Peraturan yang kamu mainkan ialah peraturan yang kamu buat sendiri, jadi buatlah peraturan yang menjadikan dirimu lebih baik dari hari ini.