REMANG

Foto : ilustrasi puisi
Rindu yang tersematkan
Terpendam dalam dua bilik
Merayap di ujung malam
Membeku dalam harap yang tak sampai
Sia-sia

Semilir angin menidurkan mata
Lelaplah jiwa di sudut pekat
Hitam kelabu tanpa warna
Cahaya tanpa redup lenyap tak berbekas
Membekas di ulu yang perih

Mata hati tetap pada satu tatap
Lekas hilang sungguh hati tak mampu
Hilanglah jika mampu
Lenyap
Harap hati sakit di ujung pagi
Menghilanglah

Remang
Hitam
Gelap malam
Menyatu dalam duka nestapa
Menjelma air mata
Pun air mata langit di sudut pagi
Membasahi dedaunan dengan bulir mutiara
Siap hilang di terpa panas melanda

Itulah kisah kita

Terpendam
Terendap
Tergenggam
Terlelap

Tidur dalam harap

2 komentar:

  1. Kisah yg terpendamm, mantul banggg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe penulis di anggap mati dalam makna tulisannya.
      Sungguh pembaca yang bijak mbak nikenm nya

      Hapus

terima kasih telah mengunjungi dan mensuport halaman kami kk