Terpendam dalam dua bilik
Merayap di ujung malam
Membeku dalam harap yang tak sampai
Sia-sia
Semilir angin menidurkan mata
Lelaplah jiwa di sudut pekat
Hitam kelabu tanpa warna
Cahaya tanpa redup lenyap tak berbekas
Membekas di ulu yang perih
Mata hati tetap pada satu tatap
Lekas hilang sungguh hati tak mampu
Hilanglah jika mampu
Lenyap
Harap hati sakit di ujung pagi
Menghilanglah
Remang
Hitam
Gelap malam
Menyatu dalam duka nestapa
Menjelma air mata
Pun air mata langit di sudut pagi
Membasahi dedaunan dengan bulir mutiara
Siap hilang di terpa panas melanda
Itulah kisah kita
Terpendam
Terendap
Tergenggam
Terlelap
Tidur dalam harap
Merayap di ujung malam
Membeku dalam harap yang tak sampai
Sia-sia
Semilir angin menidurkan mata
Lelaplah jiwa di sudut pekat
Hitam kelabu tanpa warna
Cahaya tanpa redup lenyap tak berbekas
Membekas di ulu yang perih
Mata hati tetap pada satu tatap
Lekas hilang sungguh hati tak mampu
Hilanglah jika mampu
Lenyap
Harap hati sakit di ujung pagi
Menghilanglah
Remang
Hitam
Gelap malam
Menyatu dalam duka nestapa
Menjelma air mata
Pun air mata langit di sudut pagi
Membasahi dedaunan dengan bulir mutiara
Siap hilang di terpa panas melanda
Itulah kisah kita
Terpendam
Terendap
Tergenggam
Terlelap
Tidur dalam harap

Kisah yg terpendamm, mantul banggg
BalasHapusHehe penulis di anggap mati dalam makna tulisannya.
HapusSungguh pembaca yang bijak mbak nikenm nya