| Foto : ilustrasi puisi |
Kau telah membuat aku nyaman dalam hening dan dinginnya malam bersama seorang gadis pujangga yang tengah ku puisikan indah wajahnya.
Terima kasih insomnia
Kau telah ajarkan ku menyusuri dingin dan heningnya malam tuk menyingkap tabir dari tirai gelap yang selalu menyelimuti kehidupan manusia
Terima kasih insomnia
Kau adalah teman yang selalu memberi rasa sakit pada dinginnya kesepian yang melanda jiwa. Ketika mimpi ingin merambat pada satu titik semu yang kian memudar.
Terima kasih insomnia
Kau telah mengajarkan segala sunyi.
Darimu aku mengerti bahwa rindu adalah jiwa merana yang selalu terkungkung di bawah naungan amor dan selalu setia pada majazi cinta yang hakiki
Terima kasih insomnia
Aku adalah kawan yang selalu setia menemani dan mengabadikanmu, sebab aku adalah malam tanpa bintang yang selalu menyongsong pagi dengan mata yang ingin melihat keheningan tanpa suara siapa dan apa-apa.
Sekali lagi
Terima kasih insomnia
Jiwa sunyiku adalah dirimu
Insomniaku
Jiwa pecinta malam
Pun berandal malam
Gie
04 Maret 2019
Pena langit di kota tepian air
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih telah mengunjungi dan mensuport halaman kami kk