AKSAKU MENEMUI PUNCAK KEJENUHAN

Ilustrasi puisi
Pikiranku lelah malam ini
Aku tak mampu merangkai apa-apa selain aksara kehampaan
Kata-kata mati tanpa arti
Sastra tanpa makna tertuang dengan dilema

Aksaku menemui puncak kejenuhan
Hingga lelah melepuh dalam didi diriku
Menggapai mazaji yang tertanam sejak purba
Saat kemerdekaan belum terlahir bahkan dalam kata

Aku hilang di tawan waktu
Imaji terhalang dalam nestapa kebebasan
Menjajah jiwa hingga terkungkung di bawah panji kemutlakan kebenaran penguasa

Aku haus tanah yang airku terpendam dalam rahim ibuku
Ibu pertiwi yang ku peluk erat dalam persatuan tanpa dinding penghalang
Miskin kaya telah terhapus
Inginku...!!!!!

Hambar dalam waktu
Sejarah kemakmuran hanyalah dongeng bualan mimpi

Ah sudahlah
Jejak-jejak perjuangan adalah misteri bagi setiap penggelut sejarah
Misterinya tak terbaca
Hendak menulis fiksi gunung merapi
Namun semua hanyalah legenda

Itulah pikiran
Semua benar menurut kacamata sendiri
Menjamu semua polemik ironi negeri
Indonesia dengan pikiran tanpa kebenaran sejarah
Semua terpendam dalam setiap kitab-kitab putih bagi kumpulan-kumpulan

Terisolir
Tertekan
Tak ada yang benar
Sejarahku sejarahmu
Itulah yang tertulis
Semua benar dalam misteri hedonisme aliansi
Perkumpulan demi perkibulan
Membubuhi dengan kebenaran hampa
Ironi negeriku yang terkenal dengan legenda misteri

WATISI TIRAMU KARAWI WALI

Penulis
Di balik kegagalan kecil selalu tersimpan kesuksesan besar begitulah kata motivasi yang beredar bagi para pengusaha, supaya itu bisa menjadi bakal cerminan diri dan jangan sampai kegagalan membuat kita tidak berani untuk mencoba lagi, dan menemukan inovatif baru terkait, cara pemasaran maupun apa saja peluang pasar yang paling besar.

Sebenarnya, semboyan itu telah lama di pakai oleh para leluhur kita, untuk di gunakan sebagai bahasa khas dan bahasa makanan tiap hari, agar tercermin di dalam jiwa tiap harinya adalah generasi yang tak pernah takut dan mundur akibat dari fhobia pada kegagalan.

Bahasa ini di waktu kita masih anak-anak sering di gunakan untuk sebagai mantra penyembuh ketika menangis jika terjatuh, kesayat kater, atau kecelakaan kecil lainnya. Kata-kata "TIS TIRA KARAWI WALI" Adalah filosofis kehidupan rakyat bima, yang tak mengenal akan ketakutan dalam kegagalan, itulah yang membuat saya berpikir bahwa kata-kata itu bukanlah sebuah mantra, tapi itu adalah sebuah doktrin halusinasi supaya pribadi generasi itu kuat, dan tidak pernah gampang untuk menyerah dalam keadaan apapun.

Pagi

#Gie

HIMBAUAN UNTUK CAPRES DAN WAKIL CAWAPRES

Foto : visi dan misi capres dan wapres RI
Sumber : Kompas.com
Para calon pemimpin negeri ini diharapkan untuk saling memperlihatkan gagasan dan ide, serta kepintaran dalam menanggapi persoalan bangsa, jangan mencari kelemahan lawan guna untuk menunjang elektabilitas.

Kita adalah rakyat bodoh yang belum mengerti tentang laju polimik politik nasional, maka dari itu di harapkan kepada capres dan cawapres bisa saling beradu argumentasi atau saling memperlihatkan bagaiman cara terbaik untuk menanggapi segala masalah di dalam negeri ini.

Kalian adalah calon pemimpin yang akan membawa perubahan bagi bangsa dan negeri ini maka sebab itu perlihatkan figure kalian yang bisa mengayomi dan mengajak kami (rakyat) untuk bagaimana bersikap demokrasi dan memilih pemimpin yang baik.

Janganlah kalian sebagai panutan dan cerminan kami sebagai rakyat mengajarkan kami tentang bagaimana menyikut kiri dan kanan agar apa yang di inginkan tercapai. Terlebih lagi, kami rakyat menghimbau agar isu-isu kelemahan lawan dalam setiap media di kurangi guna untuk menjaga kestabilan bangsa. Karena kampanye dan saling menghujat di berbagai situs sosial media setiap hari kerap terjadi.

Dari persoalan saling menghujat di dunia maya tersebut, itu adalah awal dari ketidakamannya serta tidak nyamannya rakyat dalam sebuah negara, sebab dalam hal itu, peran opini publik di dunia nyata akan juga ikut dalam hal tersebut. Boleh jadi bisa saling bacok membacok atau saling mengajak untuk bertemu guna untuk saling memperlihatkan siapa yang menang dalam adu isu atau adu jotos.

Maka dari itu penulis menghimbau seperti kata Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam salah satu media online nasional Kompas.com, bahwa jika hanya menggoreng isu kapan rakyat bisa pintar berpolitik.

Maka di harapkan kepada para capres dan wakil capres, untuk segera menarik dan mengurangi isu untuk menjatuhkan lawan politik, sebab itu adalah cacat untuk kami rakyat yang masih awan dalam hal politik demokrasi.

Satu hal lagi yang perlu di ingat dan di cantumkan oleh para calon pemimpin negeri ini bahwa, jika hanya menggoreng isu untuk menjatuhkan lawan, ibu-ibu di pasar pun bisa dan mungkin mereka yang lebih jago, dalam hal gosip dan isu-isu terkait aib atau kelemahan lawan politik.

Jangan lagi kalian, kita, atau siapapun  yang merasa terdidik dan berpendidikan ikut juga dalam penggorengan isu seperti ibu-ibu di depan gerobak mas penjual sayuran.

Gie

LIDAH TANPA REKAM

Foto : ilustrasi pusi
Hubung terkarati oleh sisa ego tautan globalisasi
Ilmu terpendam bukan lagi penunjang
Sebab segelintir kepentingan tetap yang utama
Hingga lahir rintih menjerit dalam setiap laku para intelek yang katanya

Ide tuk membangun tercetus di ujung lidah tanpa rekam
Membuali bualan mimpi cita-cita di ujung malam
Yang tercetus sebelum mata terlelap
Di atas kasur empuk pun kasur kusut kamar kosan

Sesekali kuda tetangga meringkik
Bertanda mimpi buruk datang bersama lolongan anjing liar
Hingga lahir jiwa ketakutan
Ketakutan selalu hadir bahkan bukan di jalanan
Keadilan penghantuan yang menghantui kerap menyiutkan nyali

Pembodohan oleh alam
Penindasan oleh tirani
Pemboman oleh teroris
Pemerkosaan oleh oleh para hipersex
Penghianatan oleh lembaga pendidikan
Pencucian otak oleh lembaga kesehatan

Banyak
Masih banyak
Kita masih jua tetap tertidur

Generasi menghabiskan malam di tiap rental Play Station

Orang tua Menghabiskan waktu untuk merenung harga hasil yang tak cukup
Atau nasib tanaman yang di makan ulat karena insektisida terlalu tinggi

Pemuda masih tetap indah mengalunkan lagi di pinggir jembatan
Atau yang di sebelah sana masih tergelak tertawa melihat temannya yang di hukum gantungan karena kalah bermain domino

Tokoh-tokoh?
Penguasa birokrasi?
Penghuni istansi?
Mahasiswa? jangan di tanya....!!!!!
Mereka sibuk mencari.........


SOAL RASA PENYAIR ADALAH YANG PALING TULUS

Foto : penulis
Jangan bertanya tentang apa-apa
Sebab aku adalah hal yang paling tulus jika berkaitan dengan rasa
Jangan lagi kau ragu

Aku tak mampu untuk berucap dalam mengurai
Segala duka dalam cita untuk menumpahkan rasa
Ku semai di ujung asa yang tiap hari ku asah
Untukmu juga rinduku

Tak perlu kau kau bertanya tentang apa-apaku
Apalagi rasaku untukmu 
Sebab yang terurai adalah semua ketulusan pikiran
Untuk ku rangkai untuk hidup juga kehidupanku

Sebab itu jangan tanya tentang ketulusan hati dan pikiran seorang penyair
Sebab penyair adalah sesuatu yang paling tulus jika berkaitan dengan hal rasa