![]() |
| Foto : ilustrasi puisi |
Bacaanku kitab tak beraksara
Ia terpendam pada dinamika sosial
Setiap luka jiwa yang teraniaya
Asusila kini tampilkan taring di setiap tempat
Dengan lantang semua media menyuarakan kemaksiatan
Bahkan di iklan kini tertampil situs mengerikan
Hingga saraf kanan dari otak tak mampu membendung kemauan sang kiri
Tak usah berbicara tentang bunga yang wangi
Tak usah berbicara tentang madu yang suci
Tak usah berbicara tentang kesaktian malam pertama
Sebab itu hanya ada dalam dongeng sebuah kisah fiksi
Jangan bertanya tentang bunga yang wangi?
Madu sang perawan?
Apalagi..!!!
Hahaha
Itu hanya bualan jaman yang merayu di dunia yang hampir senja
Tak ada lagi yang bisa di percaya
Perawan itu hanya darah yang mengalir
Madu pun ikut mengalir di setiap sarang lebah
Lalu kau bertanya tentang adab wanita?
Sudahlah
Jangan percaya sama semua yang terjadi
Itu adalah antologi naskah yang di ceritakan Tuhan
Tuhan opini
Tuhan deadline
Aku tak percaya tuhan yang demikian
Aku percaya Ilah
Ilah ku Allah
Bahwa jika engkau baik
Maka kau akan menemukan pasangan yang baik
Itu janjinya
Yakinlah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih telah mengunjungi dan mensuport halaman kami kk